Mengenal klasifikasi Baut/Bolt

Kali ini saya akan memposting artikel tentang Baut,Sebenarnya tulisan ini murni hasil copy paste dari https://ubiaod.wordpress.com. Karena saya rasa tulisan ini sangat menarik maka saya tertarik untuk memasukkannya dalam blog saya. Kenapa menarik? soalnya selama ini materi tentang baut sangat disepelehkan oleh banyak orang termasuk saya. kemudian tidak sengaja saya googling eh..saya singga di blog bapak Wiryanto Dewobroto (https://wiryanto.net/), seorang pengajar sekaligus praktisi struktur baja yang membahas tentang pentingnya baut dalam struktur baja. he3 walaupun sebenarnya ini untuk orang teknik sipil, tapi ga pa2 juga klo di pelajari orang mesin. dari Blog itu kemudian saya googling lagi, nah dapat materi baut yang saya kira cukup ringan dan sederhana untuk dipahami. Oke slamat menyimak hasil tulisan yang sangat menarik ini.

Bolt adalah fastener/pengencang yang digunakan sebagai pengikat berpasangan dengan nut. Bentuk lain bolt adalah cap screw. Disebut cap screw apabila dalam pemakaian sebagai fasteners berpasangan terhadap lubang ulir. Dengan demikian bolt dan cap screw dibedakan berdasarkan aplikasi pemakaiannya sebagai fastener. Namun saat ini yang berpasangan dengan Nut dan ulir tetap dinamakan Bolt.

bolt-and-nut-large

Spesifikasi bolt .
Bentuk bolt terdiri atas Head body dan thread. Ukuran head berdasarkan jarak bidang rata pada bagian Head. Ukuran head bolt menentukan
beberapa ukuran kunci atau socket yang dipergunakan. Ukuran bolt ditentukan oleh diameter puncak threat, sedangkan panjang bolt diukur
dari bagian bawah head ke bagian ujung thread ( bolt ). Beberapa bentuk bolt memiliki ketentuan penentuan ukuran panjang yang berbeda dalam penunjukkan ukuran bolt.

bolt

Kemudian bolt juga dibedakan berdasarkan jenis threadnya :
a. Part thread

part t

b. Full thread

full t
1. Bolt Inch
Ukuran bolt ditentukan juga oleh ukuran thread. Berdasakan standarisasi Unified Screw Thread Standard, thread diukur dengan menghitung jumlah puncak ulir setiap inchi. Unified screw ukuran bolt dinyatakan dengan notasi seperti berikut :
Bolt Code : ½ – 20 – UNC – 3
3     =  Panjang dalam satuan inch
C     = Coarse ( ulir kasar )
F     = Fine ( ulir halus )
20   = Jumlah puncak ulir per inch
1/2  = Diameter luar puncak ulir
Thread dibedakan atas coarse thread ( kasar ) dan fine thread ( halus ) yang ditandai dengan notasi UNC untuk coarse thread dan UNF untuk fine thread. Coarse thread memiliki alur yang lebih dalam dan aplikasinya banyak digunakan. Fine thread memiliki alur thread kecil aplikasinya pada permukaan tertentu, misal untuk pengikat parts yang tipis.

2. Bolt Metric
Pada Standarisasi Metric, ukuran ulir ditentukan dengan ukuran jarak antara puncak ulir terdekat. Notasi yang digunakan untuk menyatakan ukuran ulir metric adalah sebagai berikut :
Bolt Code : M 12 x 1.75 – 80 – 8.8
8.8    = Class kekuatan baut
80     = Panjang baut
1.75  = Jarak puncak thread dalam satuan mm
12     = Ukuran puncak thread dalam mm
M     = Ukuran ISO Metric threads

Tingkat ( Grade ) kekuatan bolt

A. SAE
Society of Automotive Engineers ( SAE ) menerbitkan standarisasi untuk mengklasifikasikan unified ( inch-series ) bolt pada beberapa grade berdasar material, treatment dan tensiIe strength ( kekuatan tariknya ). Klasifikasi grade ditunjukan dengan tanda pada permukaan atas head bolt Tabel berikut menunjukan spesifikasi dan tanda bolt berdasarkan standarisasi SAE.

a thread

B. ISO                                                                                                                                                                                            Standarisasi Klasifikasi Grade bolt metric ditetapkan oleh International Standardization of Organization ( ISO ). Klasifikasi berdasarkan atas kekuatan tensile dan yield. Tanda angka pada permukaan atas bolt menandakan klasifikasi kekuatannnya. Semua bolt dan capscrew berdiameter diatas 4-mm memiliki tanda angka pada permukaan atas head bolt. Tabel berikut menunjukkan klasifikasi dan tanda yang digunakan pada bolt metric.

a thread1

Istilah yang sering digunakan pada Fastener :

  1.  alloy steel = Jenis dari steel yang berisi material lain sengaja ditambahkan untuk memperbaiki kualitas logam.
  2.  carbon steel = Jenis dari logam yang dibuat dari besi dan carbon tanpa tambahan lain. Sebagian besar fasteners dibuat dari carbon steel.
  3.  fastener = Alat yang menyatukan dua atau lebih benda. fastener dapat berupa bolt, kancing, nut.
  4.  Proof Load = Nilai 80 ~ 90 persen  dari yield.
  5.  tempered = Pengerasan pada metal dengan cara dipanaskan
  6.  yield strength = Kemampuan dari material menahan gaya yang menariknya hingga melar tapi material tersebut masih bisa kembali  kebentuk semula.
  7.  tensile strength = Gaya atau beban maksimal yang menyebabkan fastener dapat berubah bentuk (melar) secara permanent.

Jenis fastener/pengencang bolt memang paling sering digunakan dalam merakit komponen atau mengikat subkomponen seperti piping, hose, bracket/penahan dll. Hal ini harus diperhatikan secara benar dan teliti, dalam memilih, memasang dan mengencangkan sesuai rekomendasi shopmanual atau lihat tabel di atas. Jika tidak maka masalah fatal/serius akan membuat pekerjaan kita jadi Re-DO(kerja ulang) dan itu sangat merugikan dari segi waktu lebih-lebih cost/biaya yang membengkak.

Sumber: https://ubiaod.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: